Rapat Evaluasi Bidang Jasa Konstruksi Bulan Juni 2020: Kegiatan selanjutnya wajib mengikuti protokol kesehatan Covid-19

PUTUSSIBAU, disbinamarga.kapuashulukab.go.id.com  – Di akhir tahun 2019 dunia dihebohkan dengan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) atau corona yang menyerang Kota Wuhan di China. Pada Maret 2020 corona akhirnya sampai ke Indonesia yang menghebohkan Kota Depok. Tepat di awal April 2020 corona sampai di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Selanjutnya pada bulan April dan Mei dengan himbauan dari Sutarmidji Gubernur Kalimantan Barat, masyarakat melakukan social distancing dalam kehidupan sehari-hari

Kapuas Hulu yang termasuk salah satu kabupaten di Kalimantan Barat pun memberlakukan social distancing mulai dari menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker, berjemur dan sebagainya. Selama dua bulan Kabupaten Kapuas Hulu melakukan social distancing termasuk Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA). Pada Juni 2020 pemerintah pusat akhirnya memberlakukan istilah new normal setelah dua bulan sebelumnya melakukan social distancing, dengan tetap melakukan kegiatan seperti biasa namun tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

Pada saat Rapat Evaluasi Bidang Jasa Konstruksi DPUBMSDA bulan Juni, Bidang Jasa Konstruksi akan kembali melanjutkan program kerjanya seperti pembuatan design mix formula (DMF), pengujian konstruksi, verifikasi perusahaan, pembuatan kartu Penanggung Jawab Teknis (PJT), pembinaan konstruksi pada desa dan lain sebagainya, semua kegiatan dilakukan harus mengikuti protokol kesehatan covid-19. “Saat melakukan kegiatan di laboratorium dan ke lapangan, kita wajib pakai masker dan selalu cuci tangan”, ujar Marthen selaku Kabid Jasa Konstruksi.

Menurut penjelasan dari Kasi Pengujian Konstruksi, Gusti Aisamuddin, di laboratorium telah disediakan tong air dan sabun untuk cuci tangan. “Sebelum masuk lab, wajib cuci tangan!”, tegas Gusti Aisamuddin dalam Rapat Evaluasi Bidang Jasa Konstruksi (Senin, 15/06/2020).


Untuk kegiatan seperti pembinaan konstruksi pada desa, beberapa desa telah dihubungi dan siap untuk dilaksanakan kegiatan pembinaan, namun ada juga beberapa desa yang enggan untuk diadakan kegiatan dikarenakan pandemi covid-19. “Berdasarkan arahan dari Ibu Kadis Hj. Ana Mariana, S.T. M.M., berarti saat pembinaan desa, kita harus pakai masker dan bawa sabun sendiri untuk cuci tangan, jaga-jaga jika desa yang dikunjungi lupa menyediakan sabun dan pihak desa juga diingatkan untuk melakukan protokol kesehatan covid-19”, tutup Jamaliah selaku PLT Kasi Pemberdayaan dan Pengawasan Jasa Konstruksi dalam rapat evaluasi. (toel)