Jasa Konstruksi Bina Warga Rumah Betang Desa Labian Ira’ang Membuat Beton

PUTUSSIBAU, disbinamarga.kapuashulukab.go.id  – Bidang Jasa Konstruksi dari Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) melakukan pembinaan campuran dan pengendalian mutu beton pada Desa Labian Ira’ang, Kecamatan Batang Lupar, Rabu (14/10/2020). Rombongan dari Bidang Jasa Konstruksi menuju Desa Labian Ira’ang, Kecamatan Batang Lupar menggunakan jalan darat yang ditempuh sekitar dua jam dari Kota Putussibau.

Pembinaan beton di Desa Labian Ira’ang dilaksanakan setelah pihak desa mengirimkan surat permohonan pembinaan konstruksi ke DPUBMSDA. Saat rombongan dari Bidang Jasa Konstruksi tiba di lokasi, masyarakat Desa Labian Ira’ang sedang mengecor jalan di depan rumah betang. “Kebetulan desa kami sedang membuat jalan beton dan kami mendapat informasi ada pembinaan membuat beton dari DPUBMSDA jadi sekalian saja kami minta diadakan pembinaan di sini”, ujar Herkulanus Beger, S.S. selaku kepala Desa Labian Ira’ang.

Kegiatan dibuka oleh Kades Labian Ira’ang, Herkulanus Beger, S.S.. Pihak desa mengucapkan terima kasih karena tim pembina konstruksi mau datang jauh-jauh dari Putussibau ke Desa Labian Ira’ang untuk berbagi ilmu kepada masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kabid Jasa Konstruksi, Marthen, ST, MT. “Untuk membuat beton kita harus punya material yang bagus, batu yang keras, pasir yang bersih dari lumpur, semen yang sesuai SNI dan air yang memiliki nilai slump plus minus 12”, jelas Marthen.

Setelah presentasi selesai, acara dilanjutkan dengan praktek yang melibatkan masyarakat langsung agar masyarakat lebih paham. Praktek dipandu oleh Gusti Aisamuddin, ST dan Venansius Tri Sugiyoharto, ST. Dalam praktek kali ini, Gusti dan Tri menggunakan material setempat berhubungan masyarakat sedang membuat jalan beton.  Menurut pemaparan Tri, dalam membuat jalan beton masyarakat menggunakan sirtu (pasir batu) sungai sehingga material meliki kadar lumpur yang rendang di bawah 5 %. “Semen sudah SNI, menggunakan sirtu sungai, sekarang tinggal kontrol air harus memiliki nilai slump 12 cm”, kata Tri. (el)